Jumat, 27 November 2020

DAYOUT ORMAWA FE


BEM FE UGJ – Sabtu (21/11) telah dilaksanakan kegiatan Dayout with Ormawa FE “Pertemuan ada bukan sekedar untuk saling sapa, Tapi untuk saling berbagi rasa” bertempat di Ipukan Kuningan, yang dinaungi oleh Departemen Internal. Dimana untuk menuju lokasi kita touring bersama Ormawa FE.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi Ormawa FE, serta diisi dengan game seru dan juga bertemu teman-teman baru dari setiap Ormawa FE.

Berikut merupakan dokumentasi dari kegiatan tersebut,



















BUSINESS PLAN COMPETITION

 


BEM FE UGJ – Minggu (15/11) telah dilaksanakan kegiatan Business Plan Competition dengan tema “Start Minding Your Own Business in Creative Industry and Digital Era” yang dinaungi oleh Departemen Minat dan Bakat. Business Plan Competition ini merupakan program kompetisi rencana bisnis untuk Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, Program ini dilaksanakan untuk mengembangkan keterampilan Mahasiswa dalam merencanakan usaha agar dapat menghasilkan produk kreatif dan inovatif sehingga dapat mencetak para wirausahawan muda Indonesia yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan serta mengatasi masalah pengangguran di Indonesia.

Dari acara ini telah diumumkan pemenang Business Plan Competition yaitu:

1. Ririn Wulandari dan Mudrikah dengan proposal yang berjudul “Aplikasi Meju Tradisional”.

2. Ahmad Rifqi Fadlil dan Ilham Fikri dengan proposal yang berjudul “Kripik Kripca”.

3. Frahmanda Almira dengan proposal yang berjudul “DINOSUS.CO”.


Wahh~~ Admin ucapkan selamat yaaa untuk para pemenang business plan competition ini, semoga menjadi pebisnis yang kreatif dan inovatif..

Berikut merupakan dokumentasi dari acara tersebut,








Rabu, 25 November 2020

KASTRAD ONLINE


BEM FE UGJ – Kamis (12/11) telah dilaksanakan Kastrad online kali ini membahas tentang Resesi Ekonomi di Indonesia Akibat Covid-19, Kastrad ini rutin diadakan setiap tiga bulan sekali dan merupakan proker dari Departemen Internal BEM FE 2020.

Membahas seputar isu-isu yang tengah terjadi di negara kita tercinta, dan saling mengemukakan pendapat mengenai hal tersebut. Selain menambah wawasan kita juga dapat memahami perspektif dari anggota lain.

Berikut merupakan dokumentasi dari acara tersebut,

 










Minggu, 25 Oktober 2020

KULIAH UMUM "Set Your Passion Be A Young Entrepreneur"

 

BEM FE UGJ – Kamis (22/10) Departemen Eksternal telah menyelenggarakan Kuliah Umum “Set Your Passion Be A Young Entrepreneur” dengan menghadirkan pembicara yang tentunya sangat menarik, yaitu :  Linson Parlindungan Sitompul (General Manager Witel Cirebon PT. Telekom Indonesia Persero Tbk), Intan Rike Febriyanti (HR Practitioner & Young Entrepreneur), Fahruli Dwi Yanuar (Manajer Marketing PT. Tulus Asih Group) melalui aplikasi Zoom Meeting. Kuliah Umum tersebut membahas mengenai bagaimana mengenali passion dan memantapkan skill untuk bekal masa depan yang lebih baik dan terus berinovasi agar mampu bersaing dari segala situasi. Supaya menjadi Entrepreneur muda yang mampu bersaing di era generasi milenial sekarang ini.

Dalam materi yang disampaikan oleh pak Linson menjelaskan mengenai Entrepreneurship, sebenarnya apa itu? Entrepreneurship adalah suatu usaha untuk menciptakan nilai melalui pengamatan atas suatu kesempatan bisnis, dengan melakukan manajemen resiko yang mungkin timbul serta keterampilan untuk berkomunikasi serta memobilisasi sumber daya yang ada terutama sumber daya manusia sehingga dapat menciptakan sesuatu yang bernilai.

Kuncinya yaitu : Bussines Opportunity ( Peluang bisnis), Creativity (Kreatifitas), Risk Management (Manajemen resiko), Create value (menciptakan nilai), dan Resource Management (Pengelolaan sumber daya).

           Sekarang ini dengan teknologi yang semakin maju banyak sekali perubahan yang sangat cepat dan tidak terduga, jadi kita harus menyesuaikan diri menjadi seorang entrepreneur yang terus berinovasi. Pernah mendengar istilah VUCA? VUCA adalah singkatan dari :

1. Volatility (Kecepatan perubahan)

Merujuk pada situasi yang berubah dari satu kondisi ke kondisi lain secara konstan. Dibawah kondisi tertentu, Volatilitas bisa meledak kapan saja tanpa ada tanda apapun karena berubah dari kondisi stabil menjadi tak beraturan.

2. Uncertainty (Ketidakpastian akan masa kini)

Merujuk pada situasi kurangnya informasi spesifik terkait satu hal. Situasi tidak pasti akan lebih sulit diantisipasi atau diprediksi jika tidak dijelaskan lebih dulu dengan gamblang, prediksi secara histori sangat membantu dan pengalaman masa lalu sudah tidak relevan lagi dan sulit diterapkan disituasi saat ini.

3. Complexity (Banyak faktor penentu keputusan)

Merujuk pada sejumlah aspek, umumnya terkait hubungan antar komponen. Kompleksitas sering terjadi di jajaran manajemen dengan alur kerja yang rumit. Masalah yang kian menumpuk lebih sulit diselesaikan, dan itu sebabnya pemimpin harus mengambil sikap tegas jika ada satu masalah kecil yang muncul sebelum berubah kompleks.

4. Ambiguity (Kurangnya kejelasan dari sebuah persitiwa)

Bisa diartikan sebagai beberapa atau belum pasti, dan istilah sering dipakai untuk menggambarkan situasi yang Belum jelas karena terdapat beberpa pilihan. Yang membuat kian pelik, ambigu bisa diinterpretasikan secara berbeda untuk tiap individu.

 Istilah tersebut merupakan kombinasi alami dari situasi dan kondisi yang buruk, VUCA tak akan membahayakan apabila dihadapai dengan cara yang tepat dan akurat.

        Materi yang dibawakan ibu Intan adalah “IDENTIFYING YOUR PERSONALILTY IN AGILE WORLD”, lalu apa itu Agile World? Agile sendiri artinya kelincahan, ketangkasan, gerakan cepat sedangkan Agile World adalah pergerakan perubahan kondisi dunia yang begitu cepat, lincah dan tangkas.

Tips menghadapi perubahan dunia yang Agile :

1. Memiliki kemampuan berpikir kritis dan analistis

2. Memliliki keterampilan problem solving yang baik

3. Memiliki mindset yang agile dan positif

4. Pastikan kamu mengenali kelebihan dan kelemahan kepribadianmu

5. Kenali minat dan bakatmu

6. Memiliki effort yang keras untuk keluar dari zona nyaman

7. Asah softskill dan hardskill lebih baik lagi

8. Memiliki tingkat resiliensi yang tinggi (kemampuan menyesuaikan diri dalam situasi yang sulit).

        Lalu materi terakhir yang dijelaskan oleh pak Fahruli adalah “Masa Krisis”, seperti yang kita tahu bahwa sekarang ini nasional maupun internasional tengah mengalami masa krisis akibat pandemi corona. Pembelajaran apa yang bisa kita ambil dari masa krisis?

1. Dapat memilih profesi yang ingin digeluti

2. Dapat memilih usaha yang ingin dimiliki

3. Belajar membuka keran rezeki yang lain

4. Belajar mengelola keran rezeki yang kita punya.

        Menurut pak Fahruli Bisnis itu yang dimulai bukan yang dipikirkan, jika kita hanya memikirkannya saja tanpa ada action kapan tergapai bisnis itu. Pak Fahruli menyarankan untuk membuat target hidup entah itu 3 bulan, 6 sampai 12 bulan yang akan datang. Kita harus memiliki komitmen diri terhadap target tersebut.

Quotes dari pak Fahruli adalah “Masa krisis adalah guru terbaik”.

Terima kasih sobat blog, see you....

Berikut dokumentasi dari acara tersebut,

 






 


WORLD MENTAL HEALTH DAY

 


Hallo Sobat Blog..

Kali ini admin mau share tentang Kesehatan Mental karena pada tanggal 10 Oktober kemarin adalah World Mental Health Day (Hari Kesehatan Mental Sedunia). Dan untuk meningkatkan kesadaran bagi masyarakat Indonesia bahwa kesehatan mental itu penting, seperti yang kita tahu di Indonesia orang yang terkena gangguan mental itu disebut gila. Apalagi dikondisi pandemi sekarang, banyak pekerja yang dirumahkan bahkan di PHK ditengah ekonomi yang semrawut ini membuat tak sedikit pula stres menghampiri orang-orang dengan tekanan yang mereka terima. Ketika ada orang terdekat yang terkena gangguan mental sebisa mungkin untuk menolongnya atau mencarikan pertolongan karena itu bukanlah hal sepele yang harus diabaikan. Jadi admin mau membahas sedikit mengenai seberapa pentingkah kesadaran terhadap kesehatan mental?

Pengertian mental itu sendiri adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pikiran, batin, dan watak manusia yang bukan bersifat badan atau tenaga atau dengan kata lain tidak berwujud fisik. Menjaga kesehatan mental itu penting karena ketika kita sehat secara mental, maka kita akan :

1.  Menerima diri apa adanya

2. Mampu beradaptasi, berkembang, dan mengekspresikan diri

3. Mampu mengendalikan diri

4. Mandiri dan bertanggung jawab pada diri sendiri

5. Mau mempelajari hal baru

6. Memiliki empati

7. Mampu menghargai orang lain

8. Adaptif terhadap lingkungan.

 

Banyak yang mengatakan bahwa untuk dapat  menjaga kesehatan mental, kita perlu sadar dan paham dengan keadaan diri sendiri terlebih dahulu. Sebelumnya, mari kita bahas apa sih Self Awareness itu? Self Awareness (Kesadaran diri) adalah kemampuan untuk melihat diri sendiri secara jelas dan objektif melalui introspeksi. Dapat dikatakan juga Self Awareness adalah sikap berupaya untuk memahami dan memperhatikan pikiran, perilaku, perasaan diri sendiri, serta dampaknya terhadap orang lain.

Nah gimana caranya supaya kita bisa lebih aware/sadar terhadap diri sendiri?

1. Meditasi

Saat melakukan meditasi kita akan memusatkan pikiran terhadap sesuatu yang terjadi, sehingga tubuh akan lebih menyadari diri sendiri dan apa yang telah terjadi dalam hidup. Sobat blog mungkin dapat meluangkan waktu untuk menyendiri menghindari keramaian, entah itu dengan melakukan kegiatan yang disukai akan membuat sobat blog lebih fokus terhadap tujuan yang akan dilakukan.

2. Berlatih Mindfulness

Pada dasarnya, mindfulness mirip dengan self awareness, dimana keduanya sama-sama mengarahkan pikiran secara sadar ke arah dalam untuk menjadi lebih sadar akan keadaan diri, pikiran, keyakinan, dan emosi.

3. Menjadi Pendengar Yang Baik

Dengan bersikap terbuka, kita dapat belajar untuk mendengarkan secara objektif apa yang ingin disampaikan orang lain dan pada akhirnya dapat membantu kita belajar  mendengarkan secara objektif pula apa yang ingin disampaikan diri sendiri.

4. Mengevalusi Diri Sendiri

Evaluasi dilakukan dengan mengetahui kekurangan dan menggalinya lebih dalam untuk diperbaiki. Introspeksi, sobat blog harus selalu mengevaluasi diri sendiri dengan berintrospeksi apa hal-hal yang sudah dilakukan sobat blog apakah sudah benar atau tidak, jika merasa tidak benar maka sobat blog harus memperbaiki itu dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

5.  Menulis Jurnal Pribadi

Dengan menulis jurnal pribadi, kita dapat mengeksplorasi diri berdasarkan apa yang kita rasakan atau pikirkan ke dalam tulisan. Hal tersebut dapat membantu kita mengungkapkan apa yang menjadi “masalah” atau kelebihan dalam diri.

6. Mendengarkan Pendapat Orang Lain

Terkadang, kita menilai diri sendiri dengan tidak objektif. Oleh karena itu diperlukan penilaian orang lain seperti teman atau kerabat dekat. Agar sobat blog tidak menilai dari perspektif diri sendiri saja.

 

 

 

Sumber  : Lingkar Psikologi (Psycirle.id)

 

LIVE IG “BEM FE - TALK Get To Know More About Us”



BEM FE UGJ – Jum’at  (16/10) telah diadakan Live Instagram melalui akun @bemfeugj_official yang merupakan salah satu proker dari Departemen Media Kreatif. Live IG ini berjudul “BEM FE - TALK Get To Know More About Us”. Membahas seputar BEM FE dan keorganisasian, dengan M. Iqbal Rizaldi Gubernur BEM FE 2020 dan Kiky Ameliya Wakil Gubernur BEM FE 2020 sebagai pembicaranya.

Dimana kak Iqbal dan kak Kiky menjelaskan serta menjawab pertanyaan dari moderator maupun dari audiens mengenai apa itu BEM FE, apa itu Galileo, berapa departemen yang ada di BEM, serta pertanyaan-pertanyaan tentang berorganisasi.

Dan bagi teman-teman yang ketinggalan ataupun belum sempat melihat Live IG tersebut, tenang.......teman-teman dapat menontonnya di IG TV @bemfeugj_official.

https://instagram.com/bemfeugj_official?igshid=1gh7lvxarhez1

Berikut dokumentasi dari kegiatan tersebut,








FUN CAMP INTERNAL BEM FE

 


BEM FE UGJ – Senin (20/09) Departemen Internal telah mengadakan Fun Camp Internal BEM FE yang bertempat di Sidomba, Kuningan. Proker ini difokuskan untuk menjaga silaturahmi serta meningkatkan hubungan antar anggota internal BEM.

Berikut dokumentasi dari kegiatan tersebut,










Senin, 07 September 2020

WEBINAR 2020 "Sukses Menjadi Entrepreneur Muda Bagi Generasi Millenial"

 

BEM FE UGJ – Kegiatan proker terus diupayakan oleh BEM FE, kali ini proker tersebut diselenggarakan oleh Departemen Eksternal. Sabtu (05/09) telah diadakan Webinar “Sukses Menjadi Entrepreneur Muda Bagi Generasi Millenial” bersama pemateri  Art Director, Content Creator, Sociopreneur, Project Coordinator, Galih Mandala Putra dan Co-founder BARBERSIX Oka Wisnu Mahendra yang terselenggara melalui aplikasi Zoom Meeting. Webinar tersebut membahas mengenai bagaimana menjadi seorang Entrepreneur muda yang mampu bersaing di era generasi millenial ini.



 

Admin mau ngasih tau sedikit nih sobat blog, apa aja sih yang disampaikan pemateri dari kegiatan Webinar tersebut? Pasti pada penasaran kan? Makanya baca sampai habis yaaa...

Materi pertama yaitu disampaikan oleh Kak Galih Mandala Putra, dalam bahan presentasinya membahas mengenai “Sukses Membangun Bisnis Jaman Now”. Apa saja?

1.  Plan

2. Start

3. Steps

Dengan menggunakan media sosial kita dapat membangun sebuah bisnis dengan mempromosikannya melalui Instagram, Youtube, Twitter, Facebook, bahkan Tiktok.

Dan juga di era millenial ini digital marketing sangatlah optimal untuk mendorong roda perekonomian. Seperti ; SEO, Social Media, Content, Pay Per Click, SEM, ROI, Mobile & Tablet, Video. Kak Galih menjelaskan mengenai SEO, SEO adalah suatu cara atau teknik untuk membuat situs atau blog kita berada pada halaman/posisi satu di mesin pencarian (search engine) seperti Google, Internet Explorer, Mozilla dan Yahoo. Artinya ketika kita mencari sesuatu melalui mesin pencarian tersebut dan ada satu website/blog yang posisinya ada dipertama maka dipastikan bahwa website tersebut terbaik dari yang lainnya.

Dalam memulai bisnis pun kita harus memiliki mindset, pertama Bisnis dimulai dari keberanian dibesarkan oleh ilmu, kedua memulai bisnis disaat luang, senggang dan aman bukan disaat sempit dan butuh.

Lalu ada Syndrome pengusaha jaman now, apa sajakah itu?

1. Tidak punya tujuan yang jelas

2. Tidak punya Willingness yang kuat

3. Tidak tau mau mulai dari mana

4. Mental gratisan

5. Keterbatasan

6. Buru-buru mau dapat hasil.

 Ada Tips juga nih dari kak Galih mengenai bagaimana membangun bisnis, cekidotttt..

1. Tentukan tema atau kategori bisnis/project yang akan dibuat bersama timmu.

2. Hadirkan program yang menarik dan bermanfaat, dengan membuat rencana program business activity.

3. Mencari inspirasi dan referensi untuk membuat program dari bussines/kelompok/lembaga lain.

Admin juga mengutip perkataan Kak Galih yaitu “Follow yor Passion” ketika kamu akan memulai bisnis.

 

Materi yang kedua disampaikan oleh kak Oka Wisnu Mahendra sebagai Co-founder BARBERSIX yang diberi judul “Sukses di Usia Muda?”

Dimulai dari ceritanya membangun usaha yaitu berawal dari keresahan terhadap berkurangnya peluang pekerjaan di masa mendatang muncul ide untuk  memulai bisnis.   Lalu misi dan juga visi mereka : Make a difference yaitu matangkan konsep untuk memulai bisnis. Berikan diferensiasi bisnis anda dengan kompetitor.

Kak Oka juga menjelaskan bagaimana menjadi Entrepreneur yang baik? Yups jawabannya yaitu ada Modal Formil dan Modal Materil. Kita bahas satu-satu yuk sobat blog..

1. Modal Formil atau Optimalisasi Diri

“Mulailah dari hal kecil dulu lalu ke hal yang lebih besar” begitulah kata kak Oka.

    Modal formil itu sendiri dibagi menjadi:

a.       Kemampuan (Skill)

-          Membaca peluang

-          Inovatif

-          Mengelola

-          Menjual

b.      Keberanian (EQ)

-          Mengatasi ketakutan

-          Mengendalikan resiko

-          Zona nyaman

c.   Spiritual Quality (SQ)

-          Persistance (Ulet)

-          Determinance

        2. Modal Materil

a.       Tabungan

b.      Investor

c.       Pinjaman bank

Lalu kak Oka menambahkan adanya problematika berbisnis, yaitu:

1. Bosan

2. Pengembangan SDM

3. Kompetitor

4. Mudah puas.

 

Nah, mungkin itu saja yang sedikit admin sampaikan mengenai materi Webinar “Sukses Menjadi Entrepreneur Muda Bagi Generasi Millenial”. Berikut adalah dokumentasi dari kegiatan tersebut.

Terima kasih sobat blog...



 

Senin, 31 Agustus 2020

TALK SHOW ESSAY

 

Hollaaa sobat blog...

Admin mau share lagi nih kegiatan BEM FE, meskipun ditengah pandemi kita tidak boleh berhenti buat terus belajar kan sobat? Nah, maka dari itu kegiatan BEM FE terus dilakukan supaya kita yang berada dirumah tetap belajar dengan orang-orang baru, dan ilmu baru yang bermanfaat dengan sistem online ini.



Kali ini kegiatannya dinaungi oleh Departemen Pendidikan, yang telah mengadakan acara TALK SHOW ESSAY “Bincang-bincang dengan Mapres (Dan pelatihan)” pada hari Sabtu, 29 Agustus 2020 melalui aplikasi Zoom Meeting. Dengan pemateri Juara 1 Mapres 2020 (Afrietha Leony Prastiwi) dan Juara 3 Mapres 2020 (Muhammad Dandi Ramadhan) serta di moderatori oleh Staff Pendidikan (Anggi Safira).

Jadi dalam kegiatan Talk Show Essay ini membahas mengenai bagaimana caranya menjadi Mapres (Mahasiswa Berprestasi), Kak Afrietha menjelaskan beberapa prosesnya dan juga menjawab bahwa kita harus memiliki skill bahasa karena untuk menjadi Mapres kita harus mampu menguasai skill bahasa inggris. Dalam bincang-bincang itu moderator bertanya bagaimana mengatasi insecure ketika ingin menjadi Mapres, admin mengutip jawaban kak Afrietha bahwa “Jangan takut gagal karena kegagalan kita akan menjadi bijak dan apabila berhasil kita akan bangga”.

Lalu ada Kak Dandi, kak Dandi menjelaskan mengenai Essay melalui bahan presentasi yang telah dibuatnya dengan diberi judul “ESSAY IS EASY”. Menurut KBBI Essai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Dan apabila kita sulit mencari topik atau permasalahan yang akan diangkat kita bisa memulai dengan 5M yaitu ; melihat, mendengar, mencium, menyentuh dan juga mengecap. Admin juga mengutip perkataan kak Dandi bahwa “ Cobalah untuk menulis, saat kita melihat atau merasakan sesuatu kita tulis agar menjadi suatu kebiasaan”.


Berikut dokumentasi dari kegiatan Talk Show Essay “Bincang-bincang dengan Mapres (dan pelatihan)”.


Terima kasih sobat blog....