BEM FE UGJ – Sabtu (20/03) telah dilaksanakanya kegiatan Kastrad Internal BEM FE UG yang membahas tentang berita yang hangat belakangan ini yaitu tentang : " Whats happening In Myammar? " dimana kegiata ini dinaungi oleh Departemen Internal, yang bertempatkan dikampus 1 Universitas Swadaya Gunung Jati secara offline, tentu saja tetap melaksanakan protokol kesehatan ya sobat. Baiklah sahabat mimin langsung aja paparkan materi yang kami bahas.
Whats
Happening In Myanmar ?
(Ada Apa di Myanmar?)
Sejumlah orang turun ke jalan di seluruh
Myanmar untuk memprotes kudeta yang dilakukan oleh angkatan bersenjata. Polisi
menanggapi aksi demonstrasi itu dengan menembakkan meriam air, peluru karet dan
peluru tajam. Dalam kudeta yang dilakukan pihak militer, pemimpin Myanmar, Aung
San Suu Kyi kini telah bersama dengan anggota partainya
Apa
yang Sebenarnya Terjadi di Myanmar?
Negara
Myanmar mengalami guncangan sejak militer mengambil alih kekuasaan pada Senin,
1 Februari 2021 lalu. Dalam kudeta itu, militer menangkap Kanselir Aung San Suu
Kyi, Presiden Myanmar Win Myint, dan beberapa tokoh senior Partai Liga Nasional
untuk Demokrasi (NLD) dalam sebuah penggerebekan dini hari.
Panglima
Tertinggi Tatmadaw, Jenderal Min Aung Hlaing langsung mengambil alih kekuasaan
selama satu tahun dan mengumumkan keadaan darurat. Ketegangan ini terjadi
karena tentara menuduh pemerintah mencurangi pemilihan parlemen pada November
2020 lalu, di mana partai Suu Kyi dituding memperluas mayoritas parlemennya
dengan mengorbankan perwakilan militer. Namun demikian, komisi pemilihan
mengatakan tidak ada bukti yang kuat terkait dengan tudingan itu.
Atas hal
itu, tentara mempromosikan Wakil Presiden Myint Swe menjadi penjabat presiden
pada Februari 2021 setelah mereka menggulingkan Presiden Win Myint dan kepala
pemerintahan de facto Aung San Suu Kyi dalam sebuah kudeta militer.
Aksi Demonstrasi
Buntut kudeta yang dilakukan militer Myanmar
tersebut, masyarakat menggelar aksi demonstrasi hingga saat ini.Aksi
demonstrasi kali ini dilakukan termasuk oleh guru, pengacara, murid, pegawai
bank dan pegawai pemerintahan.
Aksi
militer tmemicu unjuk rasa besar-besaran yang memasuki hari ketiga pada Senin
(08/02), disertai mogok kerja di seluruh negeri. Menanggapi protes massal,
militer mulai memberlakukan pembatasan di sejumlah wilayah, termasuk larangan
keluar rumah dan pembatasan kerumunan.
Di media sosial, tagar Whats Happening In Myanmar
digunakan oleh warganet untuk memperlihatkan situasi terkini Myanmar kepada
seluruh dunia. Foto serta video yang beredar, menunjukkan ribuan orang
berdemonstrasi, meneriakkan protes, dan aksi brutal aparat yang mencoba
membubarkan mereka. Dalam beberapa foto, terlihat pengunjuk rasa di Myanmar
menggunakan gestur salam tiga jari, mengecup jari telunjuk, tengah, dan
kelingking, lalu mengangkatnya ke udara. Salam tiga jari disebut menyimbolkan
semangat perlawanan sipil, yang menuntut kebebasan serta menentang opresi dari
aparat militer.
Seorang gadis 19 tahun ditembak mati di
Myanmar sambil mengenakan kaus bertuliskan "segalanya akan baik-baik
saja".Angel, dikenal juga bernama Kyal Sin, tewas tertembak di kepala saat
mengikuti demonstrasi menentang kudeta militer.Dia terbunuh di jalanan Mandalay
pada Rabu (3/3/2021), dalam kerusuhan yang menewaskan sekitar 38 orang
demonstran.
Sumber : https://www.kompas.com
KESIMPULAN :
Negara myanmar mengalami guncangan sejak militer mengambil alih kekuasaan pada senin, 1 februari 2021. Kudeta ini terjadi karena krisis ideologi yang dilatar belakangi oleh adanya asumsi mengenai terjadinya kecurangan pada saat pemilu, namun hal tersebut belum bisa dibenarkan karena tidak adanya bukti yang falid dan banyaknya asumsi asumsi lain bahwa kudeta ini juga terjadi karena kepentingan pribadi. Kudeta ini bukanlah yang pertama kali bagi myanmar, namun pernah terjadi juga sebelumnya pada 2 maret 1962. Kudeta sendiri merupakan peralihan kekuasaan yang diambil alih secara paksa tanpa adanya demokrasi.
Berikut adalah dokumentasi yang mimin ambil saat kegiatan kasdrad berlangsung :

